Menara Eiffel (La Tour Eiffel) di Paris, Prancis, adalah salah satu mahakarya arsitektur paling ikonik dan dikenal di seluruh dunia. Namun, di balik kemegahannya saat ini, sejarah pembangunan menara ini penuh dengan perdebatan, pertentangan sengit, dan tantangan teknis yang luar biasa.
Berikut adalah perjalanan sejarah lengkap pembangunan Menara Eiffel:
1. Pameran Universal dan Sayembara Desain (1889)
Menara Eiffel dibangun sebagai monumen utama untuk menyambut Pameran Universal (Exposition Universelle) tahun 1889, sebuah ajang akbar untuk merayakan satu abad Revolusi Prancis sekaligus memamerkan kemajuan industri dan teknologi bangsa.
- Pemerintah Prancis mengadakan sayembara desain arsitektur yang diikuti oleh lebih dari 100 insinyur dan seniman.
- Proposal yang diajukan oleh perusahaan milik Gustave Eiffel—bersama para insinyurnya, Maurice Koechlin, Émile Nouguier, dan arsitek Stephen Sauvestre—akhirnya terpilih sebagai pemenang.
2. Penolakan dan Protes Keras Seniman Paris
Sebelum dan selama masa pembangunannya, Menara Eiffel menuai kecaman hebat dari para tokoh terkemuka, sastrawan, dan seniman Paris.
- Mereka bahkan menerbitkan surat terbuka bertajuk “Protes terhadap Menara Tuan Eiffel” di surat kabar Le Temps.
- Para kritikus menilai menara besi tinggi tersebut sebagai bangunan yang “mengerikan,” “tak berguna,” dan merusak estetika serta keindahan kota Paris yang klasik (dijuluki sebagai “tiang lampu raksasa yang kaku”). Gustave Eiffel sendiri membela diri dengan menyatakan bahwa menara besi tersebut justru memiliki keindahan dan keanggunannya tersendiri secara matematis dan fungsional.
3. Proses Pembangunan yang Cepat dan Inovatif (1887–1889)
Pembangunan dimulai pada 28 Januari 1887 dan diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat untuk masanya, yaitu 2 tahun, 2 bulan, dan 5 hari, hingga akhirnya diresmikan pada 31 Maret 1889.
- Proyek ini melibatkan sekitar 300 pekerja besi ahli.
- Menggunakan lebih dari 18.000 bagian besi tempa yang dirakit dengan presisi tinggi menggunakan lebih dari 2,5 juta paku keling (rivet).
- Struktur inovatifnya dirancang sedemikian rupa agar tahan terhadap terpaan angin kencang di ketinggian. Saat selesai, menara ini sempat dinobatkan sebagai bangunan buatan manusia tertinggi di dunia (tinggi awal sekitar 312 meter) sebelum dikalahkan olehGedung Chrysler di New York pada tahun 1930.
4. Penyelamatan dari Pembongkaran Berkat Ilmu Pengetahuan
Sesuai rencana awal, izin konsesi pembangunan Menara Eiffel berlaku selama 20 tahun, yang artinya menara ini dijadwalkan untuk dibongkar pada tahun 1909.
- Gustave Eiffel berjuang keras agar menaranya tetap berdiri dengan mempromosikan kegunaannya di bidang ilmiah.
- Ia mendirikan laboratorium meteorologi di puncak menara dan mendukung pemasangan antena radio telegraf.
- Ketika militer Prancis menyadari bahwa menara tersebut sangat strategis untuk komunikasi nirkabel (terutama selama Perang Dunia I), rencana pembongkaran pun dibatalkan secara permanen.
5. Transformasi Menjadi Simbol Global
Memasuki abad ke-20 hingga sekarang, Menara Eiffel telah bertransformasi dari sekadar bangunan pameran menjadi simbol abadi kota Paris dan negara Prancis. Setiap tahunnya, jutaan wisatawan dari seluruh penjuru dunia datang berkunjung untuk menyaksikan langsung keajaiban arsitektur abad ke-19 ini.